Banyak yang mengira Copper Sulfate langsung habis atau menghilang sesaat setelah diaplikasikan ke tambak. Faktanya, setelah larut di dalam air, Copper Sulfate akan melepaskan ion tembaga (Cu²⁺) yang tetap berada dalam sistem perairan dan terus bekerja selama periode tertentu.
Ion tembaga inilah yang berperan dalam mengendalikan pertumbuhan alga, lumut, serta organisme target lainnya. Karena masih berada di dalam air, efek Copper Sulfate tidak hanya terjadi pada saat penebaran, tetapi juga berlanjut setelah aplikasi dilakukan.
Dalam kondisi yang sesuai, Copper Sulfate umumnya masih aktif membantu mengendalikan alga dan organisme target selama kurang lebih 7–14 hari setelah aplikasi. Lama kerja ini dapat berbeda pada setiap tambak karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan.
Beberapa faktor yang memengaruhi efektivitasnya antara lain pH air, tingkat alkalinitas, suhu, kandungan bahan organik, serta volume pergantian air. Semakin sesuai kondisi perairan, semakin optimal pula kinerja Copper Sulfate. Karena itu, aplikasi ulang yang dilakukan terlalu cepat belum tentu meningkatkan hasil dan justru dapat menyebabkan penggunaan produk menjadi kurang efisien.
Ketika masa aktifnya mulai berkurang, Copper Sulfate tidak langsung lenyap dari lingkungan tambak. Sebagian ion tembaga akan berikatan dengan partikel tanah, lumpur, atau bahan organik yang terdapat di dalam air, kemudian mengendap ke dasar tambak.
Dalam jangka panjang, penggunaan yang berlebihan atau terlalu sering tanpa perhitungan yang tepat dapat menyebabkan akumulasi residu tembaga pada sedimen dasar tambak. Oleh sebab itu, dosis aplikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan dan kondisi kualitas air agar manfaat Copper Sulfate tetap optimal sekaligus membantu menjaga keseimbangan ekosistem tambak.
Copyright © . All Rights Reserved. SATONA GROUP